Cara Mudah Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan Yang Benar

Sebuah perusahaan tentu saja tidak akan lepas dari berbagai permasalahan akuntansi di dalamnya. Sedangkan sistem akuntansi pun perlu di catat dengan baik dan di buktikan bahwa selama ini pencatatannya benar untuk setiap periode. Karena itulah ada yang di sebut dengan neraca saldo setelah penutupan yang pasti di aplikasikan oleh setiap perusahaan. Namun, apa sebenarnya neraca saldo setelah penutupan ini dan bagaimana cara membuatnya. Nah, jika belum banyak mengenal dunia akuntansi secara mendalam, tentu saja masih cukup asing terhadapnya. Sedangkan untuk menjawab pertanyaan tersebut, jangan khawatir karena di bawah ini ada beberapa informasi lebih lanjut yang bisa menjadi rujukan Anda, termasuk tujuan dan cara pembuatannya.

Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan Yang Benar

Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan Yang Benar

Apa Itu Neraca Saldo Setelah Penutupan

Sebelum mengenal lebih jauh tentang cara pembuatannya, tentu saja Anda harus memahami secara lebih dalam sebenarnya neraca saldo setelah penutupan itu apa. Dalam hal ini neraca saldo setelah penutupan merupakan sebuah daftar beberapa akun yang sifatnya permanen. Selain itu berisi pula hasil dari penutupan buku besar yang mana saldonya setelah di rekap akan kembali lagi ke angka nol. Dalam hal ini adanya neraca saldo setelah penutupan bisa menjadi bukti akan beberapa hal. Diantaranya adalah bukti telah selesainya proses penjurnalan serta posting pada buku besar dari semua akun. Selain itu, neraca saldo setelah penutupan merupakan bukti yang menunjukkan telah tercatatnya semua transaksi di perusahaan dan hal ini telah di posting atau di pindahan ke buku besar perusahaan pula dengan cara dan tahapan yang benar.

Tujuan Pembuatan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Dalam poin pembahasan neraca saldo setelah penutupan sebelumnya telah di sebutkan bahwa adanya neraca ini bisa menjadi bukti di pindahkannya semua catatan transaksi secara benar. Dan hal ini menjadi salah satu tujuannya, yakni untuk memastikan kebenaran pencatatan dan pemostingan tersebut. Namun, tidak hanya itu tujuan yang di maksudkan dalam hal ini karena masih ada beberapa tujuan lain yang perlu Anda ketahui secara lebih dalam. Nah, berbicara mengenai pembenaran pencatatan, hal ini bisa terbukti ketika hasil yang di tunjukkan oleh neraca saldo setelah penutupan menunjukkan keseimbangan. Sedangkan untuk tujuannya secara sistematis bisa di rumuskan menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah untuk dijadikan sebagai alat koreksi pada periode akhir terhadap buku besar. yang kedua di jadikan sebagai pencatatan terhadap akun riil perusahaan. Dan yang terakhir, di jadikan sebagai dasar pencatatan pada periode berikutnya.

Cara Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan

Kini saatnya menyelami bagaimana cara menyusun neraca saldo setelah penutupan ini. hal ini dimulai dengan di susunnya jurnal penutup. Kemudian jurnal tersebut akan di posting pada buku besar. Keduanya masuk dalam tahapan tutup buku besar. Nah, untuk tahap akhirnya adalah dengan menyusun neraca saldo setelah penutupan sampai saldo kembali menjadi nol. Cara penyusunannya di lakukan dengan pemindahan saldo total dari masing-masing akun di buku besar perusahaan, tentunya setelah pemostingan di lakukan. Dan dalam penyusunannya, ada format tersendiri yang harus di ikuti.

Itulah beberapa informasi mengenai neraca saldo setelah penutupan yang perlu Anda kenali sekaligus cara pembuatannya. Nah, setelah mengenalnya lebih jauh, kini saatnya Anda mencoba dan mempelajarinya hingga mahir. Neraca saldo setelah penutupan ini memang perlu di pahami dengan baik karena menjadi aspek penting dalam perusahaan.