Scabies atau Kudis, Penyakit Kulit Yang Sering Menyerang Santri

Peyakit Scabies – Kelihatannya telah umum didapati jika beberapa santri yang hidup di ponpes “wajib” hukumnya untuk terkena penyakit gatal yang diikuti dengan tanda-tanda kulit mruntus (berplenting, berbintil), memerah dan—pastinya—berasa gatal. Tuturnya, jika tidak menanggung derita penyakit gatal bermakna belumlah afdal menjadi santri.

kudis pada santri

Lalu juga beberapa waktu lalu ada berita yang tersebar di sosial media yang menyampaikan, jika gatal-gatal yang dihadapi oleh anak pesantren ini ialah usaha pengeluaran detoks (toksin) oleh badan.

Bahkan juga, lebih jauh lagi, ada yang memandang penyakit gatal ini sisi dari penyucian diri supaya lebih khusyuk serta menyerapi kehidupan religius dalam pesantren. Serta ada banyak lagi “konon” lainnya yang mengikuti merebaknya penyakit gatal di ponpes ini.

Pemicu Penyakit Gatal Scabies

Gatal pada kulit—seperti yang dihadapi oleh biasanya anak pesantren ini—sebenarnya adalah tanda-tanda dari penyakit scabies.

Scabies (gudhig) ialah penyakit gatal karena serangan oleh semacam tungau yang memiliki ukuran begitu kecil sampai cuma dapat disaksikan lewat mikroskop, yang bernama Sarcoptes scabei var. Hominis.

Tungau ini termasuk juga filum Arthropoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima, serta super famili Sarcoptes.

Sarcoptes scabei mempunyai bentuk kecil, oval, punggung cembung serta sisi perutnya rata. Tungau ini tubuhnya tembus cahaya, serta berwarna putih kotor.

Ukuran yang betina seputar 330-450 mikron x 250-350 mikron serta yang jantan 200-240 mikron x 150-200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki. Pada betina 2 pasang kaki depan untuk menempel serta 2 pasang kaki belakang selesai dengan rambut.

Pada jantan pasangan kaki ke-3 selesai dengan rambut serta pasangan kaki ke empat selesai dengan alat perekat.

Kenapa Dapat Berlangsung Gatal?

Sarcoptes scabei jantan sesudah kawin akan mati. Sarcoptes scabei betina sesudah dibuahi akan menggali terowongan dalam stratum korneum—lapisan kulit terluar yang terbagi dalam beberapa sel mati yang tidak mempunyai inti—dengan kecepatan 2-3 mm/hari, sekalian menempatkan telurnya.

Betina yang dibuahi bisa hidup sampai sebulan, serta telur akan menetas dalam 3-5 hari. Sesudah 2-3 hari, larva bisa menjadi nimfa (hewan muda yang serupa dengan hewan dewasa tapi memiliki ukuran lebih kecil dengan perbandingan badan yang berlainan) yang berupa jantan serta betina. Waktu yang diperlukan dari telur sampai jadi dewasa 8-12 hari.

Perasaan gatal dikarenakan oleh sensitivitas pada zat hasil pengeluaran metabolisme badan si tungau, yang akan berlangsung dalam 4-6 minggu. Sesudah tungau masuk ke kulit kita, perasaan gatal akan berlangsung dalam 24 jam.

Apa Scabies Cuma Terkena Anak Pesantren?

Jawabannya tidak.

Scabies banyak berlangsung pada penduduk dengan sosial ekonomi yang rendah, masyarakat daerah dengan kebersihan lingkungan hidup yang jelek, serta daerah padat masyarakat.

Berdasar sebagian riset yang dikerjakan oleh beberapa pakar, jumlahnya masalah pasien penyakit gatal ini dalam dunia tiap-tiap tahun seputar 300 juta orang. Scabies bisa dihadapi oleh kebanyakan orang dalam semua umur, berapakah juga penghasilan, tingkat sosial, serta kondisi hidupnya.

Hasil riset lainnya di Brazil mengatakan, jika prevalensi scabies 2x tambah tinggi di daerah kumuh perkotaan yang padat masyarakat dibanding di penduduk nelayan yang tinggal ditempat yang luas.

Sampai kini, scabies akrab dengan pesantren karena lingkungannya yang padat orang. Tidak hanya di pesantren, scabies dapat juga berlangsung ditempat padat masyarakat yang lain, seperti asrama, panti bimbingan, tempat KKN, dan lain-lain.

Penyebaran penyakit gatal ini bisa berlangsung lewat kontak langsung dengan kulit pasien scabies, seperti menjabat tangan, hubungan seks, serta tidur bersamanya.

Diluar itu, penyebaran dapat juga berlangsung lewat kontak tidak langsung seperti pemakaian peralatan tidur dengan bertepatan, meminjamkan baju pada orang yang lain, serta memakai handuk yang sama juga dengan orang yang lain.

Sarcoptes scabei hidup didalam epidermis, tahan pada air serta sabun, dan masih hidup walau kita telah mandi dengan air panas.

Apakah yang Dapat Tingkatkan Resiko Kita Terserang Scabies Tidak hanya karena Kebersihan Lingkungan?

Mereka yang miliki skema kebal badan yang lemah, seperti pada seorang dengan HIV/AIDS, beberapa pemakai steroid atau obat-obatan spesifik, serta mereka yang tengah melakukan kemoterapi akan memiliki resiko tambah tinggi untuk terserang scabies.

Juga mereka yang seringkali alami stres dalam kehidupan, karena stres dapat membuat stamina badan alami penurunan.

Mereka yang tidak konsumsi makanan sehat dapat juga lebih gampang diserang scabies, karena makanan yang tidak memiliki kandungan nutrisi dapat mengakibatkan organ-organ badan tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Termasuk juga kulit sebagai tempat hidup tungau scabies.

Apa Scabies Cuma Diikuti dengan Gatal?

Aduan utama pasien scabies ini umumnya memang perasaan gatal yang lebih buruk saat malam hari.

Pada kontrol fisik, bisa diketemukan papula atau plenting-plenting yang menyebar rata.

Akan tetapi, ada ruang sebagai predileksi—atau daerah sebagai tempat favorite si tungau untuk menyerang—yaitu pada:

  • Sela jari tangan
  • Pergelangan tangan
  • Siku dalam
  • Ketiak
  • Pinggang
  • Kaki
  • Seputar payudara
  • Daerah seputar kelamin
  • Pantat
  • Lutut
  • Atas tulang belikat

Penampakan yang muncul pada kulit bersamaan timbulnya perasaan gatal salah satunya:

  • Kemerahan (eritema)
  • Bentol (urtikaria),
  • Plenting padat (papul)
  • Plenting berisi air (vesikel).

Nah, jika sampai pertanda scabies pada kulit ini digaruk, karena itu lalu akan berlangsung infeksi sekunder, yang berbentuk:

– Erosi kulit
– Ekskoriasi (rusaknya kulit sampai berlangsung perdarahan)
– Krusta (onggokan cairan darah, nanah, atau kotoran yang telah jadi kering diatas permukaan kulit).

Dokter umumnya akan menganalisis seorang menanggung derita penyakit gatal karena tungau ini bila penuhi 2 dari empat sinyal utama scabies, yakni:

  1. Gatal saat malam hari (pruritus nokturna). Hal seperti ini bisa berlangsung karena kegiatan Sarcoptes scabei yang bertambah saat malam hari.
  2. Penyakit gatal ini menyerang manusia dengan berkelompok. Misalnya pada suatu keluarga, asrama, ponpes, serta perkampungan yang padat masyarakat.
  3. Ada terowongan (kunikulus) pada beberapa tempat spesifik yang umumnya jadi tempat favorite tungau berkembang biak, berwarna putih atau keabu-abuan, berupa garis lurus atau berliku, panjang seputar 1 sentimeter, serta di ujung terowongan ada papula (plenting) atau vesikel.
  4. Pada kontrol mikroskopis diketemukan tungau Sarcoptes scabei.

Bagaimana Cara Mengobati Scabies Ini?

Bila Anda alami tanda-tanda penyakit gatal seperti yang dijelaskan diatas, karena itu perihal pertama yang perlu selekasnya dikerjakan ialah memperiksakan-diri ke dokter.

Scabies bisa diterapi dengan cream permetrin 5%. Obat scabies ini digunakan sekali sebelum tidur dari kepala ke ujung jari kaki lantas dibasuh sesudah 8 jam lalu. Bila masih tetap ada tanda-tanda, diulangi lagi satu minggu lalu.

Diluar itu, kita harus juga menahan penularannya—yang berarti mesti hentikan tungau Sarcoptes scabei berkembang.

Cara-cara untuk menahan penyebaran penyakit gatal ini yang dapat Anda kerjakan:

  • Jagalah kebersihan sekitar lingkungan Anda
  • Janganlah menggaruk kulit yang terserang scabies, supaya tidak berlangsung infeksi lebih jauh.
  • Tidak memakai perlengkapan pribadi dengan bersama-sama
  • Ubah alas tidur dengan teratur. Terpenting alas tidur mesti ditukar jika sempat dipakai oleh pasien scabie
  • Jemur kasur serta batal dibawah panas matahari dengan teratur.
  • Bila Anda memiliki almari yang terbuat dari kayu serta kondisinya cukuplah lembap, karena itu tetap beri kamfer atau kapur barus atau masukan silica gel yang dapat Anda beli di toko obat atau toko bahan kimia.
  • Sebelum membersihkan baju, kain, selimut, serta seprai di rendam terlebih dulu dengan air panas.
  • Jauhi kontak langsung dengan pasien scabies
  • Mandi dengan memakai air bersih yang telah dikasih larutan antiseptik, atau Anda dapat juga memakai sabun antiseptik. Semakin lebih bagus bila memiliki kandungan sulfur.
  • Semestinya kebanyakan orang yang tinggal serumah dengan pasien scabies juga diterapi dengan salep permetrin 5%.

Nah, menjadi telah jelas kan, jika penyakit gatal atau scabies ini bukan adalah proses detoksifikasi badan atau penyucian diri seperti yang dikisahkan tiada sumber yang pasti. Juga, penyakit gatal ini tidak cuma dapat terkena oleh beberapa santri di ponpes, tetapi oleh siapapun yang tidak dapat mengawasi lingkungannya masih bersih.

Sumber: http://fadhilherbal.com/obat-kudis-alami-paling-ampuh-dari-ramuan-tradisional/